Iman Kepada Allah dan Hari Akhir

Gallery

 

Diambil dari hadits Bukhari Muslim, Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, sebaiknya ia :

 

Berkata baik atau diam

  • Berarti kita diperintahkan untuk berkata yang baik-baik saja. Jika tidak bisa, lebih baik diam, dan jangan malah mengeluarkan kata yang buruk.
  • Kita dianjurkan untuk memanggil orang dengan nama kesukaannya (HR At-Thabrani dan Imam Mahdi)
  • Perkataan yang buruk bisa menjauhkan kita dari surga
  • Diam itu emas, bisa diartikan diam untuk bermuhasabah (mengevaluasi dan mengintrospeksi diri)
  • Ingatlah kisah Rasulullah yang merawat seorang nenek yahudi yang buta dan sebatangkara dengan kasih sayang. Karena nenek itu buta, ia tidak tahu jika yang merawatnya adalah Rasulullah. Ketika Rasulullah sedang menyuapinya, nenek tersebut sambil bercerita tentang betapa tidak sukanya ia dengan orang yang bernama Muhammad. Ia juga menjelek-jelekan Nabi Muhammad. Tetapi Rasulullah tidak marah dan tetap sabar menyuapi nenek itu sambil mendengarkan ceritanya. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar Ash-Shidiq menggantikan Rasulullah merawat nenek itu. Ketika Abu Bakar menyuapi nenek itu, nenek itu tetap bercerita dengan menjelek-jelekan Nabi Muhammad. Abu Bakar kaget dan kesal mendengarnya. Lalu nenek itu merasa suapan yang diberikan kepadanya berbeda dengan suapan yang biasanya. Kemudian ia bertanya kemana orang yang biasanya menyuapinya. Lalu Abu Bakar menjawab, “orang yang biasanya menyuapi nenek sudah meninggal, beliau bernama Muhammad, orang yang nenek jelek-jelekan tadi”. Seketika itu juga nenek itu menangis dan ia menyatakan diri untuk masuk islam.

 

Memuliakan tetangga

  • Bersikaplah ramah kepada tetangga. Jika kita menyapa tetangga tetapi respon dari nya negatif, tidak apa-apa. Selalu balas dengan kebaikan. Allah tidak pernah melihat hasil, tetapi usahanya. Dan jangan lupa berdoa karena doa adalah selemah-lemahnya iman.
  • Barang siapa yang menyakiti tetangga, maka ia adalah ahli neraka.

 

Memuliakan tamu

  • Ketika ada tamu, berikan pelayanan terbaik kita. Tamu memiliki hak jaizah selama 3 hari, artinya kita harus menghormati dan mengistimewakan tamu paling tidak selama 3 hari. Jika tamu berada di rumah kita selama lebih dari 3 hari, maka pelayanan kita selama setelah 3 hari tersebut dianggap shodaqoh.

 

 

saya sedikit lupa apakah isi kisahnya persis seperti itu, tetapi kisah itu benar adanya. jadi jika ada part yang keliru, mohon comment yaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s