Kewarganegaraan

Gallery

Kewarganegaraan berarti keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dan warga negara. Kewarganegaraan diartikan segala jenis hubungan dengan suatu negara yang mengakibatkan adanya kewajiban negara itu untuk melindungi orang yang bersangkutan. Adapun menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Republik Indonesia, kewarganegaraan adalah segala ikhwal yang berhubungan dengan negara.

 

Pengertian kewarganegaraan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
a. Kewarganegaraan dalam arti yuridis dan sosiologis
– Kewarganegaraan dalam arti yuridis ditandai dengan adanya ikatan hukum anatara orang-orang dengan negara.
– Kewarganegaraan dalam arti sosiologis, tidak ditandai dengan ikatan hukum, tetapi ikatan emosionak, seperti ikartan perasaan, ikatan keturunan, ikatan nasib, ikatan sejarah, dan ikatan tanah air.
b. Kewarganegaraan dalam arti formil dan materil.
– Kewarganegaraan dalam arti formil menunjukkan pada tempat kewarganegaraan. Dalam sistematika hukum, masalah kewarganegaraan berada pada hukum publik.
– Kewarganegaraan dalam arti materil menunjukkan pada akibat hukum dari status kewarganegaraan, yaitu adanya hak dan kewajiban warga negara

 

Kewarganegaraan memiliki pengertian yang berbeda di berbagai belahan dunia pada jaman dahulu. Pada masa Yunani kuno, yang dimaksud dengan warga negara adalah orang bebas, tetapi kaum perempuan dan anak-anak tidak digolongkan sebagai orang bebas sehingga mereka bukan warga negara. Orang bebas atau warga negara memiliki hak istimewa seperti berpartisipasi dam pembuatan Undang-Undang, pelaksanaan administrasi negara, aktivitas keagamaan dan budaya, dan masuk dinas militer, yang semuanya penting untuk mempertahankan negara. Dalam hal ini warga negara mengemban tanggung jawab kepada negara. Pada masa kerajaan Romawi, kewarganegaraan merupakan status istimewa yang dimiliki para tuan tanah dan orang-orang kaya. Rakyat yang berbeda budaya di wilayah taklukan menuntut untuk dilindungi dan diperlakukan secara terhormat. Jadi kewarganegaraan lebih merupakan tuntutan legal agar rakyat di wilayah taklukan diperlakukan setara. Lain hal dengan yang terjadi di Eropa Barat saat bentuk negaranya berubah menjadi negara yang modern dari negara yang monarki absolut, semua rakyatnya merupakan warga negara.

 

Yang terpenting dari kewarganegaraan adalah hubungan warga negara dan negaranya.  Hubungan timbal balik keduanya membuat warga negara melihat negaranya sebagai organisasi untuk mengejar kesejahteraan dan kebahagiaan serta tujuan-tujuan hidupnya. Warga negara memiliki tanggung jawab dan kewajiban terhadap negaranya untuk rela berkorban memelihara dan mempertahankan kemerdekaan bangsa sebab dengan kemerdekaan bangsa itulah kebebasan mereka terjamin.

 

 

 

Referensi :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/12/pengertian-kewarganegaraan-dan-pendidikan-kewarganegaraan-2/, diakses pada tanggal 10 Desember 2011 pukul 21.47 WIB

Buku Ajar III Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi A, R. Ismala Dewi, Slamet Soemiarno, Agnes Sri Poerbasari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s