Lisosom

Gallery

Struktur Lisosom

Lisosom berupa vesikel kecil yang terdiri dari hampir 50 jenis enzim dan dibungkus oleh membran yang berasal dari Badan Golgi.

 

Fungsi Lisosom

1.     Mencerna dan menyingkirkan sisa sel, benda asing, dan bakteri.

Cara kerja lisosom adalah dengan melakukan endositosis dan eksositosis. Pertama lisosom meng-endositosis sisa sel, benda asing, atau bakteri yang terdapat di dalam sel. Kemudian zat tersebut dicerna  menggunakan enzim hidrolitik.

Enzim hidrolitik ini bersifat merusak sehingga jika lisosom tidak dibungkus oleh membran, sel tersebut akan rusak. Hasil pencernaan ini berupa komponen sederhana seperti asam amino, asam lemak, dan glukosa yang dikeluarkan secara eksositosis. Lisosom yang di dalamnya hanya mengandung enzim (belum melakukan pencernaan intra sel) disebut lisosom primer, lisosom yang mengandung enzim dan zat yang dicerna disebut lisosom sekunder, sedangkan lisosom yang sudah tidak terpakai (yang sudah melakukan pencernaan) disebut badan residual.

Jika dijumpai zat yang tidak bisa dicerna biasanya akan dieksositosis atau yang jarang terjadi adalah tertumpuk di dalam sel (penuaan sel). Terkadang dijumpai lisosom yang tidak bisa mensintesis enzim atau hilangnya enzim yang menyebabkan penimbunan senyawa yang harusnya dicerna dan mengakibatkan gangguan aktivitas sel normal, misalnya penyakit Tay Sachs pada saraf. Tay Sachs adalah penyakit keturunan yang ditandai dengan hilangnya sebuah enzim pada lisosom. Secara normal enzim tersebut memecah membran glikolipid yang disebut gangliosida yang terutama terdapat di sel saraf. Akibatnya gangliosida tidak bisa dicerna dan menimbun penimbunan ini menyebabkan sel saraf tidak berfungsi secara efektif.

2.     Memperbarui organel maupun sel

Lisosom dapat memperbarui organel dengan bergabung dengan organel tersebut dan dapat memperbarui sel dengan cara memecah lisosom (autolisis) sehingga enzim destruktifnya keluar menuju sitosol kemudian mencerna dirinya sampai tuntas dan terbentuk sel baru. Lisosom juga dapat pecah secara tidak sengaja. Hal ini bisa saja tidak berbahaya karena lisosom bekerja optimal pada suasana asam dengan mengangkut ion hidrogen. Jadi jika pecah ke sitosol menjadi kurang poten. Selain itu jika yang pecah hanya 2-3 lisosom tidak terlalu berpengaruh karena ada sekitar 300 lisosom yang terdapat di dalam sebuah sel. Tetapi hal ini bisa saja sangat berbahaya karena jika sampai merusak DNA yang terdapat dalam inti sel sehingga bisa mengubah sifat genetik sel yang nantinya akan diwariskan.

3.     Regresi dan penghancuran jaringan

Regresi dan penghancuran ini hanya pada jaringan tertentu dan waktu tertentu. Misalnya regresi lapisan uterus setelah kelahiran dan penghancuran saluran reproduksi pria pada wanita pada masa perkembangan janin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s