Sistem Endokrin Perifer

Gallery

Sistem Endokrin Perifer:

1. Kelenjar Tiroid

2. Kelenjar Adrenal

3. Kontrol Metabolisme oleh Hormon

4. Kontrol Metabolisme oleh Kalsium

KELENJAR TIROID

 

Kelenjar tiroid terletak di atas trakea tepat di bawah laring dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan jaringan kecil yang disebut isthmus. Sel-sel sekretorik utama tiroid tersusun menjasi gelembung-gelembung berongga yang masing-masing membentuk unit fungsional yang disebut sel folikel. Bagian dalam sel folikel ini dipenuhi koloid yaitu suatu bahan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hormon tiroid. Konstituen utama dalam koloid disebut tiroglobulin yang berisi hormon tiroid yaitu tetraiodotironin dan triiodotironin. Hormon tiroid adalah penentu utama laju metabolisme tubuh keseluruhan dan juga penting untuk pertumbuhan tubuh serta fungsi saraf. Di antara folikel-folikel terdapat jenis sel sekretorik lain yaitu sel C, yang mengeluarkan kalsitonin, yang berfungsi dalam metabolisme kalsium.

Pembentukan, penyimpanan, dan pengeluaran hormon tiroid

  1. Iodium secara aktif pindah dari darah ke dalam koloid
  2. Pengikatan satu iodium ke tiroksin yang sudah ada di dalam koloid menghasilkan MIT (Monoiodotirosin).
  3. Pengikatan dua iodium ke tiroksin yang sudah ada di dalam koloid menghasilkan DIT (Diiodotirosin).
  4. Penggabungan satu MIT dan satu DIT menghasilkan triiodotironin (T3)
  5. Penggabungan dua DIT menghasilkan tetraiodotironin (T4)
  6. Pada stimulasi yang sesuai sel folikel tiroid memakan koloid yang mengandung TGB (Tiroglobulin) melalui proses fagositosis
  7. Lisosom menyerang vesikel tersebut dan memisahkan produk beriodium dari TGB
  8. T3 dan T4 berdifusi ke dalam darah
  9. MIT dan DIT kehilangan iodiumnya dan iodium tersebut didaur ulang untuk menyintesis lebih banyak hormon

Sebanyak 90% produk sekretorik dalam bentuk T4 walaupun T3 empat kali lebih poten daripada T4. Namun sebagian besar T4 kemudian diubah menjadi T3. Hormon tiroid diikat oleh protein plasma dalam darah seperti thyroxine-binding-globulin, albumin, dan thyroxine-binding-prealbumin.

Efek hormon tiroid

  1. Efek pada laju metabolisme.

Hormon tiroid meningkatkan laju metabolik tubuh keseluruhan. Hormon ini juga mengatur pengeluaran energi tubuh pada saat istirahat dan tingkat konsumsi oksigen. Hormon tiroid bersifat lamban, setelah tertunda beberapa jam barulah respons metabolik tehadap hormon tiroid dapat dideteksi, dan respons maksimum belum terjadi sampai beberapa hari.

1. Efek kalorigenik

Peningkatan laju metabolik menghasilkan peningkatan produksi panas yang kemudian panas tersebut disalurkan ke permukaan tubuh untuk dieliminasi ke lingkungan.

2. Efek pada metabolisme perantara

Contohnya, perubahan glukosa menjadi glikogen dipermudah oleh keberadaan hormon tiroid dalam jumlah kecil.

3. Efek simpatomimetik

Hormon tiroid meningkatkan ketanggapan sel sasaran terhadap zat perantara kimiawi yang digunakan dalam sistem saraf simpatis dan hormon medula adrenal. Oleh karena itu, peningkatan hormon tiroid berefek pada peningkatan aktivitas saraf simpatis.

4. Efek pada sistem kardiovaskuler

Hormon tiroid meningkatkan kecepatan denyut jantung dan kekuatan kontraksi jantung.

  1. Efek pada pertumbuhan dan sistem saraf

Hormon tiroid merangsang hormon pertumbuhan, berperan penting dalam perkembangan normal sistem saraf terutama sistem saraf pusat.

Pengaturan sekresi hormon tiroid

TSH ( Thyroid-stimulating hormone) dari hipofisis anterior merangsang pembentukan dan pengeluaran hormon tiroid,mempertahankan integritas struktural kelenjar tiroid. Tanpa adanya TSH, tiroid berukuran kecil (atrofi) dan sekresi hormonnya berkurang. Tetapi jika berlebihan kelenjar tiroid mengalami hipertrofi dan hiperplasia (peningkatan jumlah sel folikel). Sedangkan TRH (Thyroid-releasing hormone) dari hipotalamus menghidupkan sekresi TSH. Yang meningkatkan sekresi TRH keadaan dingin yang dibarengi efek kalorigenik dalam mempertahankan suhu tubuh.

Jenis disfungsi tiroid

Disfungsi Tiroid Penyebab Gondok
Hipotiroidisme Kegagalan primer kelenjar tiroid Ya
Kegagalan hipofisis anterior atau hipotalamus Tidak
Kekurangan iodium dalam makanan Ya
Hipertiroidisme Adanya imunoglobulin perangsang tiroid (TSI) (penyakit Grave) Ya
Kelebihan sekresi hipofisis anterior atau hipotalamus Ya
Tumor tiroid Tidak

KELENJAR ADRENAL 

Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal yang terdiri dari bagian korteks (bagian luar) dan medula (bagian dalam) yang mempunyai perbedaan dalam fungsi, mekanisme kerja, dan hormon serta kapsul yang merupakan pelindung.

 

Korteks (bagian luar)

Zona di korteks yang menghasilkan hormon adrenokorteks dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Zona glomerulosa    : menghasilkan hormon mineralokortikoid terutama aldosteron yang berperan dalam keseimbangan elektrolit Na+ dan K+ dan homeostasis tekanan darah
  2. Zona fasikulata          : menghasilkan hormon glukokortikoid terutama kortisol yang berperan dalam metabolisme karbohidrat yaitu meningkatkan konsentrasi glukosa darah dengan mengorbankan simpanan protein dan lemak dengan cara glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari asam amino) dan lipolisis (penguraian lemak), adaptasi dalam stres, dan menghambat hampir semua langkah respon peradangan.
  3. Zona retikularis         : menghasilkan hormon seks

Kelainan utama Adrenokorteks

Kelainan Penyakit Penyebab Gejala
Kelebihan aldosteron Sindrom Conn Tumor pada zona glomerulosa yang berproduksi berlebihan Hipernatremia, hiperkalemia, hipertensi
Kelebihan kortisol Sindrom Cushing Kelebihan CRH dan/atau ACTH akibat penyakit di hipotalamus atau hipofisis anterior; tumor lapisan dalam korteks adrenal; tumor penghasil ACTH di paru Hipoglikemia, kelebihan protein, distribusi lemak yang abnormal
Kelebihan androgen Sindrom adrenogenital Tidak adanya enzim di kortisol Maskulinisasi yang tidak sesuai
Kekurangan kortisol dan aldosteron Penyakit Addison Kerusakan atau atrofi pada korteks adrenal Kurang tahan terhadap stres, hipoglikemia,
Kekurangan kortisol Insufiensi adrenokorteks Kekurangan ACTH akibat kegagalan hipotalamus atau hipofisis anterior Hiperkalemia, hiponatremia, hipotensi

Medula (bagian dalam)

Medula adrenal terdiri dari neuron-neuron simpatis pascaganglion yang telah dimodifikasi. Medula adrenal menhasilkan norepinefrin dan epinefrin (adrenomedula). Namun epinefrin  lah yang paling berperan dalam medula adrenal. Epinefrin berfungsi untuk memperkuat sistem saraf simpatis (berperan pada sistem fight or flight yang meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung, berpikir cepat dan meningkatkan kewaspadaan) dan memiliki efek metabolik (merangsang glukoneogenesis dan glikogenolisis di dalam hati dan menghambat sekresi insulin dalam rangka meningkatkan kadar glukosa). Faktor utama yang merangsang pengeluaran hormon adrenomedula adalah berbagai kondisi stres, misalnya trauma fisik atau psikologis, pendarahan, penyakit, olahraga, hipoksia, kedinginan, dan hipoglikemia. Namun disfungsi adrenomedula sangat jarang dijumpai.

KONTROL METABOLISME BAHAN BAKAR OLEH HORMON

hormon Efek Metabolisme Utama Kontrol Sekresi
Efek pada penyerapan glukosa Efek pada asam lemak darah Efek pada asam amino darah Efek pada protein otot Rangsangan utama sekresi Peran utama dalam metabolisme
Insulin (+) penyerapan glukosa (+) sintesis trigliserida (+) penyerapan asam amino (+) sintesis protein (+) glukosa darah Pengatur utama siklus absorpsi dan pasca absorpsi bersama glukagon
(+) glikogenesis (-) lipolisis (-) penguraian protein (+) asam amino darah
(-) glikogenolisis
(-) glukoneogenesis
Glukagon (+) glikogenolisis (+) lipolisis Tidak ada efek Tidak ada efek (+) asam amino darah Melindungi tubuh dari hipoglikemia
(+) glukoneogenesis (-) sintesis trigliserida (-) glukosa darah
(-)glikogenesis
Epinefrin (+) glikogenolisis (+) lipolisis Tidak ada efek Tidak ada efek Stimulasi simpatis selama stres dan olahraga Persiapan energi untuk keadaan darurat dan olahraga
(+) glukoneogenesis
(+) sekresi glukagon
(-) sekresi insulin
Kortisol (+) glukoneogenesis (+) lipolisis (+) penguraian protein (+) penguraian protein stres Mobilisasi bahan bakar metabolik dan bahan pembangun selama adaptasi dengan stres
(-) penyerapan glukosa oleh jaringan selain otak
Hormon pertumbuhan (-) penyerapan glukosa oleh otot (+) lipolisis (+) penyerapan asam amino (+) sintesis protein Tidur lelap, stres, olahraga, hipoglikemia Mendorong pertumbuhan, menghemat glukosa
(-) penguraian protein
(+) sintesis DNA & RNA

KONTROL METABOLISME KALSIUM

Perubahan konsentrasi plasma Ca2+  yang bebas dan mudah berdifusi dapat menimbulkan dampak besar dan mengancam nyawa karena hiperkalsemia (kelebihan kalsium) dapat menurunkan ekstabilitas sedangkan hipokalsemia (kekurangan kalsium) dapat menyebabkan kontraksi spastik otot-otot pernapasan yang berakibat fatal.

Terdapat tiga hormon yang mengatur konsentrasi Ca2+  plasma (dan secara bersamaan mengatur PO3-) yaitu hormon paratiroid (HPT), kalsitonin, dan vitamin D. Hormon paratiroid sekresinya ditingkatkan oleh penurunan konsentrasi Ca2+  plasma, bekerja pada tulang, ginjal, dan usus untuk meningkatkan konsentrasi Ca2+  plasma. Efek spesifik HPT pada tulang adalah meningkatkan perpindahan Ca2+  dari cairan tulang ke dalam plasma . HPT bekerja pada ginjal untuk meningkatkan rebsorpsi Ca2+  yang difiltrasi sehingga mengurangi ekskresi Ca2+  melalui urin dan meningkatkan kosentrasinya dalam plasma. HPT juga menurunkan reabsorpsi PO3- plasma , mengaktifkan vitamin D, dan merangsang penyerapan kalsium dan PO3- dari usus. Vitamin D dapat disintesis dari suatu turunan kolesterol tapi lebih banyak dibentuk dari makanan. Vitamin D terlebih dahulu diaktifkan di hati lalu di ginjal sebelum bekerja. Kalsitonin, yang dijasilkan sel C pada kelenjar tiroid, bekerja untuk menurunkan kadar Ca2+  plasma dengan menghambat aktivitas osteoklas tulang. Kalsitonin tidak penting kecuali selama hiperkalsemia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s