Makalah Konsep Dasar Kewirausahaan

Gallery

KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN

Pendahuluan

 

Kewirausahaan di Indonesia boleh dikatakan belum berkembang. Berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan Amerika Serikat (AS), David McClelland, suatu negara dapat dikatakan makmur, minimal harus memiliki jumlah wirausahawan sebanyak dua persen dari jumlah populasi penduduknya. Sedangkan jumlah wirausahawan di Indonesia hanya 0,18% nya. Sepertinya masyarakat di Indonesia masih belum bisa melepaskan corak agrarisnya dan enggan berinovasi untuk menciptakan lapangan kerja.

Makalah ini ditulis dengan tujuan membuka mata masyarakat Indonesia terutama kaula muda untuk berwirausaha karena adanya jumlah wirausahawan yang ideal dan memiliki pengabdian kepada negaranya merupakan salah satu komponen agar Indonesia bisa menjadi negara yang makmur dan sejahtera serta mampu bertahan dan bersaing dengan negara-negara lain.

 

Isi

 

Pengertian Kewirausahaan

Pasti kita pernah mendengar kata wirausaha. Wirausaha sama dengan wiraswasta. Secara etimologi, wira artinya layak dicontoh, usaha artinya berkemauan keras, sedangkan swasta artinya berdiri di kaki sendiri. Intinya suatu bentuk usaha untuk mencapai kesuksesan dengan kemampuan sendiri. Jadi kewirausahaan menurut John Kao adalah “suatu usaha untuk menciptakan nilai melalui suatu peluang bisnis dengan mengambil risiko yang tepat dan melalui komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia, modal, dan barang guna suatu keberhasilan”.

Karakteristik Wirausahawan

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus dimiliki dalam diri seorang wirausahawan. Hal ini diperlukan agar wirausahawan mampu bersaing dengan dunia luar dan mencapai kesuksesan.

Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki keinginan dan keberanian.

Untuk memulai berwirausaha diperlukan keinginan dan keberanian yang kuat, siap mental, fisik dan psikis. Karena ini adalah langkah awal menuju sebuah kesuksesan.

  1. Memiliki intuisi.

Siapa saja bisa jadi wirausahawan, tidak ada tes atau wawancaranya. Orang yang berpendidikan rendah maupun tinggi, orang yang modalnya sedikit atau banyak, bisa melakukannya. Intuisi dapat diperoleh dengan cara saling berbagi pengalaman dengan orang lain dan mempelajari pengalaman orang lain.

  1. Berani mengambil risiko.

Segala sesuatu yang diperbuat pasti memiliki risiko. Seorang wirausawan harus siap untuk sukses dan harus siap gagal, terlebih lagi jika ia belum memiliki pengalaman apapun mengenai berwirausaha.

  1. Bersikap optimis.

Sikap optimis sangat diperlukan untuk meraih kesuksesan, karena optimisme merupakan dorongan dalam diri untuk terus maju.

Motif Berwirausaha

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa seseorang tertarik untuk berwirausaha dari berbagai segi ;

  1. Keuangan, untuk mencari nafkah, ingin menjadi kaya, menambah pendapatan, jaminan atau tabungan di masa depan.
  2. Sosial, untuk memperoleh status yang lebih tinggi / gengsi, dihormati banyak orang, dan mengenal dan dikenal banyak orang.
  3. Pelayanan, untuk membahagiakan orang tua/orang terdekat,  memberi lapangan pekerjaan bagi orang lain, memakmurkan dan mensejahterakan Indonesia secara tidak langsung.
  4. Kepribadian, untuk melatih diri manjadi pribadi yang tanggung jawab, mandiri, tidak bergantung kepada orang lain, inovatif, kreatif, produktif.
  5. Berprestasi, untuk mencapai kepuasan terbaik dengan cara terbaiknya, menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32).

Proses Kewirausahaan

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Sebuah inovasi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal tersebut misalnya pendidikan dan pengalaman. Contoh faktor eksternal nya adalah aktivitas, peran,dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

  1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
  2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap “jalan”, tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
  3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
  4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Trend Kewirausahaan di Indonesia dan di Dunia

Jumlah wirausahawan menjadi sangat penting untuk sebuah bangsa, seperti yang dituturkan oleh pengusaha nasional dan pendiri Universitas Sahid (Usahid), Prof Sukamdani Sahid Gitosardjono, karena kehadiran mereka membuat perekonomian negara akan semakin sejahtera dan kuat. Tetapi kewirausahaan di Indonesia belum begitu berkembang. Sebenarnya Pemerintah sudah melakukan upaya yang komperehensif untuk meningkatkan dan menggalakkan kewirausahaan seperti seminar, lokakarya, simposium, diskusi, sampai pelatihan kewirausahaan. Namun kewirausahaan memang belum membudaya dan adanya pemikiran masyarakat yang  ‘rendah diri’ karena adanya perasaan tidak memiliki modal, tidak mempunyai kecakapan berwirausaha, dan tidak berani mengambil risiko.

Namun yang banyak di Indonesia adalah UKM. UKM merupakan bentuk usaha yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Saat ini jumlah UKM di Indonesia sangat banyak.  UKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Menurut kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) data UKM berkontribusi sebesar 56,7 % dari total GDP dan telah mampun memperkerjakan 79 juta orang. Namun jumlah wirausahawan hanya sebesar 0.18% dibandingkan dengan sesuai standardnya sebesar 2%.

Banyak wirausahawan muda yang belum mengerrti mengenai penataan bisnis sehingga hanya mengandalkan modal dan pengetahuan seadanya. Oleh karena itu Angel Investor, orang kaya di Indonesia, menjadi mentor yang dapat memberikan pengalaman, pengetahuan, dan kontak bagi wirausahawan muda. MEKAR, sebuah inisiatif Putera Sampoerna Foundation yang bergerak di bidang kewirausahaan, juga menyediakan program pelatihan dan konsultasi dalam membantu wirausahawan muda dalam mengembangkan perencanaan bisnis yang baik serta memberikan seminar bulanan mengenai angel investing bagi para pemodal dan para wirausahawan.

Saat ini, internet sudah sangat mendunia. Semua orang telah akrab dengan internet dalam hal memperoleh informasi, komunikasi, proses belajar mengajar, transaksi jual beli, hiburan, semuanya bisa dilakukan lewat internet. Hingga shop online pun marak dijumpai karena sangat praktis dan tidak perlu bertatap muka.

 

Pola Pikir Wirausahawan

  1. Percaya diri

Seorang wirausaha harus percaya diri terhadap apa yang dikerjakannya. Karena jika it tidak punya rasa percaya diri ia tidak akan pernah maju.

  1. Berorientasi pada prestasi
  1. Berani mengambil risiko

Segala sesuatu yang kita lakukan pasti memiliki risiko. Seberat apapun risikonya, seharusnya tidak menjadi halangan bagi seseorang untuk mengambil keputusan atau berwirausaha.

  1. Berjiwa independen

Dalam mengambil keputusan untuk melakukan suatu kebijakan, seorang wirausaha harus memutuskannya sendiri. Ia juga harus tegas dalam berpendirian. Jika tidak, ia akan mudah terpengaruh oleh orang lain yang mungkin saja bisa merupakan hal-hal negatif yang membahayakan.

  1. Kreatif dan inovatif

Untuk mencapai kesuksesan, kreatif dan inovatif sangatlah dibutuhkan karena persaingan dalam bidang kewirausahaan sangatlah ketat. Bisa dibilang hal ini salah satu faktor besar yang menentukan sukses tidaknya usaha seseorang.

  1. Ulet dan tekun

Berwirausaha bukanlah hal yang mudah, jadi perlu keuletan dan ketekunan untuk berwirausaha yang benar agar tercapai sebuah kesuksesan.

Penutup

 

Kewirausahaan bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan sehingga banyak yang perlu dipelajari dan diperhatikan untuk menjadi seorang wirausahawan. Dewasa ini kewirausahaan sudah mulai berkembang diiringi oleh majunya teknologi, pengetahuan, dan faktor pendorong lainnya. Semoga dengan berjalannya waktu wirausahawan di Indonesia ini bisa bertambah dan membuat Indonesia sekahtera dan makmur.

Daftar Pustaka

 

http://books.google.co.id/books?id=SvxGe4FiHXcC&pg=PA7&dq=dasar+kewirausahaan&hl=id&ei=jRV2TtrcNY3zrQfrsPy_Aw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=3&ved=0CDIQ6AEwAg#v=onepage&q=dasar%20kewirausahaan&f=false

http://alumnifatek.forumotion.com/t529-kewirausahaan-dan-daya-saing-bangsa

http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1885:pengembangan-kewirausahaan-di-bidang-industri-kreatif-dalam-meningkatkan-kualitas-bangsa-indonesia&catid=159:artikel-kontributor&Itemid=231

http://binaukm.com/2011/01/beberapa-alasan-mengapa-orang-menjadi-seorang-wirausahawan-pengusaha/

pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files…/99012-2-122279741938.doc

http://viewcomputer.wordpress.com/kewirausahaan/

http://www.reportasenews.com/berita-umum/ekonomi/07/2011/psf-dan-bid-network-dorong-kewirausahaan-10-kali-lipat.html

http://www.slideshare.net/RajaPresentasi/menjadi-wirausaha-dan-entrepreneur-sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s